Wednesday, October 13, 2010

Ayo Indonesia, buat kapal selam sendiri....!!!


Setelah merasa mapan dalam industri pertahanan untuk matra darat, Indonesia pun merancang industri pertahanan bagi matra laut. Meski belum resmi diluncurkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun kapal selam sendiri. Terlebih setelah PT PAL Surabaya mengembangkan kapal perang jenis fregat kelas La Fayette.

”Kami sebenarnya cukup bisa membangun sendiri industri pertahanan untuk Angkatan Laut. Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL,” ujar Purnomo di sela-sela seminar ”Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya” di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Rabu (25/8).

Menurut Purnomo, keberhasilan membangun kapal perang modern membuat pemerintah cukup percaya diri memperkuat industri pertahanan untuk Angkatan Laut. ”Saya katakan bisa enggak dalam waktu dekat ini kita membangun kapal selam. Kita, kan, punya dok yang cukup untuk membangunnya di Surabaya,” ujarnya.

Industri pertahanan dalam negeri, lanjut Purnomo, sudah cukup membanggakan, terutama untuk matra darat. Keberhasilan PT Pindad membuat panser dan senapan serbu SS1 dan SS2 merupakan salah satu contoh. Panser buatan Pindad kini sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.

Pengamat militer Salim Said mengungkapkan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri Angkatan Laut sendiri. Menurut dia, sebenarnya sudah sejak dulu Indonesia dapat membuat kapal perang, termasuk kapal selam, sendiri.

Salim mengatakan, pembangunan industri pertahanan TNI Angkatan Laut sudah sangat mendesak. Beberapa insiden di perbatasan laut Indonesia-Malaysia harus menjadi pelajaran, betapa mendesaknya Indonesia memperkuat industri pertahanan bagi matra laut

source :http://teknologitinggi.wordpress.com/2010/08/26/indonesia-melalui-pt-pal-mulai-membuat-sendiri-kapal-selam-tempur/

Tuesday, October 12, 2010

Batas Baru Tata SuryaTemuan NASA



WASHINGTON - NASA akan mengumpulkan para ilmuwan untuk mengumumkan penemuan baru mengenai batas dari tata surya, yang dilakukan melalui pengamatan pesawat luar angkasa di orbit sekitar bumi.

Badan antariksa Amerika Serikat tersebut akan mengadakan teleconference untuk mendiskusikan penemuan teranyar dari pesawat angkasa Boundary Explorer, yang mempelajari batas tata-surya dari orbit yang berjarak 322.000 km dari atas Bumi. Demikian seperti yang dikutip dari Space.com, Senin (4/10/2010).

Pihak NASA mengatakan bahwa teleconference tersebut akan disiarkan secara live di audiochannel NASA dan empat ilmuwan akan berpartisipasi. Keempat ilmuwan tersebut adalah, Arik Posner, Nathan Schwadron, David McComas dan Merav Opher.

Sebelumnya NASA telah meluncurkan pesawat tanpa awak IBEX (Interstellar Boundary Explorer) di tahun 2008 untuk memetakan batas antara tata surya dengan bagian luar tata surya. Pesawat IBEX yang bernilai USD169 juta dibangun untuk misi selama dua tahun. Sejauh ini, IBEX telah mengabarkan banyak penemuan yang mengejutkan. Tahun lalu, contohnya, IBEX mendeteksi sebuah lapisan tipis berwarna merah di ujung tata surya, yang kemudian kini diklaim oleh ilmuwan sebagai solar wind (angin matahari).

Dan pada awal tahun ini, para ilmuwan mengumumkan bahwa IBEX telah melihat untuk pertama kalinya solar wind (angin matahari), arus partikel yang berkecepatan jutaan mil per jam.
(srn)

source :http://techno.okezone.com/read/2010/10/04/56/378919/nasa-ungkap-data-tentang-batas-tata-surya

Thursday, October 7, 2010

Pesawat Baru TNI AU Sukhoi SU-27 SKM

Beberapa waktu lalu, pertahanan angkatan udara indonesia kembali diperkuat dengan datangnya pesawat tempur baru yang di beli dari rusia yaitu Sukhoi su-27 skm. berikut spesifikasi lengkap pesawat tersebut.

Sukhoi su-27 SKM


Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) adalah pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Disain Sukhoi. Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet). Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 berbentuk mirip. Ini adalah keliru, karena Su-27 dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat tempur pendukung jarak dekat.



Pada tahun 1969, Uni Soviet mendapatkan informasi bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih McDonnell Douglas untuk memproduksi rancangan pesawat tempur eksperimental (yang akan berevolusi menjadi F-15). Untuk menghadapi ancaman masa depan ini, Uni Soviet memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir") yang direncanakan menghasilkan pesawat yang bisa menyaingi hasil rancangan Amerika Serikat.

Namun, spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini pada satu pesawat saja ternyata terlalu rumit dan mahal. Maka program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholyi Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir berat") and the LPFI (Legkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir ringan"). Langkah ini juga mirip apa yang dilakukan Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat memulai program "Lightweight Fighter" yang nantinya akan menghasilkan F-16. Sukhoi OKB diberikan program TPFI.

Rancangan Sukhoi pertama kali muncul sebagai pesawat sayap delta T-10, yang pertama terbang pada tanggal 20 Mei 1977. T-10 terlihat oleh pengamat Barat, dan diberikan kode NATO Flanker-A. Perkembangan T-10 menemui banyak masalah, yang berakibat pada kehancuran ketika salah satu pesawat ini jatuh pada tanggal 7 Mei 1978. Kejadian ini kemudian ditindaklanjuti dengan banyak modifikasi perancangan, yang menghasilkan T-10S, yang terbang pertama kali pada 20 April 1981. Pesawat ini juga menemui kesulitan, dan jatuh pada tanggal 23 Desember 1981.

Versi produksi pesawat ini (Su-27 atau Su-27S, dengan kode NATO Flanker-B) mulai dipakai Angkatan Udara Soviet pada tahun 1984, tetapi baru dipakai menyeluruh tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi. Pesawat ini dipakai oleh Pertahanan Anti Udara Soviet (Voyska PVO) dan Angkatan Udara Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 and Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat bahan bakar dan AWACS, yang dianggap sebagai aset penting angkatan udara NATO.

source: id.wikipedia.org

Senjata asli di game point Blank

Senjata Senjata Game Point Blank Online Versi Asli. Gammer game online Point Blank pasti pengen punya senjata canggih dan terbaru Point Blank, ngumpulin chart Point Blank buat beli senjata baru. Mau tau senjata senjata asli Point Blank, ini dia di bawah ini. simak baik-baik dan bikin permainanmu makin seru.

1. Assault Rifle G36C



2.Assault Rifle M16A3



3.SG550 Point Blank


4.F2000 Point Blank


5.M4A1 Carbine


6.M4A1 Point Blank



7.Knife M-7


8.Knife M-9