Friday, November 19, 2010

T-50 saingan f22 raptor



Perdana Menteri Vladimir Putin naik ke dalam kokpit pesawat tempur terbaru Teman-Rusia pada hari Kamis dan mengatakan akan truf built-saingan AS, F-22 Raptor.

Putin menyaksikan uji terbang pesawat tempur "generasi kelima" stealth, dijuluki T-50 dan disebut sebagai kapal terbang perang pertama Rusia baru sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

"Mesin ini akan lebih superior terhadap pesaing utama kami, F-22, dalam hal manuver, persenjataan dan jangkauan," kata Putin pilot setelah penerbangan, menurut account di situs web pemerintah.

Putin said the plane would cost up to three times less than similar aircraft in the West and could remain in service for 30 to 35 years with upgrades, according to the report. Putin mengatakan, pesawat ini akan menelan biaya hingga lebih kecil dari 3 kali pesawat serupa di Barat dan bisa tetap beroperasi selama 30 sampai 35 tahun dengan upgrade, menurut laporan tersebut.

Keberhasilan pengembangan pejuang, dibangun oleh Sukhoi, sangat penting untuk menunjukkan Rusia dapat menantang teknologi AS dan memodernisasi militernya setelah periode peluruhan pasca-Soviet.

Rusia juga berencana untuk memproduksi T-50-an bersama-sama dengan India.

F-22 raptor tempur siluman pertama terbang pada tahun 1997 dan merupakan satu-satunya generasi kelima pejuang dalam pelayanan. Generasi kelima pesawat terbang canggih dan memiliki sistem kontrol senjata dan dapat jelajah pada kecepatan supersonik.

Menurut situs pemerintah, Putin mengatakan uji coba kontrol T-50 memungkinkan pilot untuk mengoperasikan sebagian besar sistem pesawat tanpa mengambil tangannya joystick, yang katanya akan sangat berguna di bawah gaya gravitasi tinggi.

"Aku tahu, aku sudah terbang," jawab Putin. Sukhoi telah mengatakan, pesawat harus siap untuk digunakan pada tahun 2015.

source:www.reuters.com/article/idUSTRE65G64820100617

Thursday, November 18, 2010

SS2 pindad senjata kelas dunia



Indonesia patut berbangga, produsen alutsista indoesia bisa membuat senjata-senjata kelas dunia, salah satunya adalah SS2.Sebuah senapan serbu kelas internasional.
SS2 adalah senapan serbu generasi baru kaliber 5,56 x 45 mm dengan laras kisar 7?. Ringan, handal dan memiliki akurasi tinggi, dengan menggunakan popor lipat sehingga fleksibel untuk digunakan sesuai kebutuhan. Senjata ini dapat menggunakan mechanical maupun optical sight serta dapat pula dilengkapi dengan berbagai asesoris, antara lain silencer, sangkur, berbagai tipe pelontar granat, dan lain-lain. Senapan ini juga telah dikembangkan menjadi berbagai tipe laras panjang dan laras pendek, baik dengan menggunakan mechanical maupun optical sight, sesuai dengan kebutuhan operasinya.

Tipe Senapan serbu
Negara asal Indonesia
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 2006-sekarang
Digunakan oleh Indonesia
Pada perang -
Sejarah produksi
Tahun -
Produsen PT Pindad
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat 3,2 kg (kosong)
Panjang 930 mm
Panjang Laras 460 mm

Magazen 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
Kaliber 5.56 x 45 mm
Mekanisme Piston gas, bolt berputar
Rata² tembakan 700 butir/menit
Kecepatan peluru 710 m/s
Jarak efektif 450 m
Amunisi Magazen box 30-butir
Alat bidik Bidikan besi

source: pindad.com; wikipedia

Wednesday, October 13, 2010

Ayo Indonesia, buat kapal selam sendiri....!!!


Setelah merasa mapan dalam industri pertahanan untuk matra darat, Indonesia pun merancang industri pertahanan bagi matra laut. Meski belum resmi diluncurkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun kapal selam sendiri. Terlebih setelah PT PAL Surabaya mengembangkan kapal perang jenis fregat kelas La Fayette.

”Kami sebenarnya cukup bisa membangun sendiri industri pertahanan untuk Angkatan Laut. Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL,” ujar Purnomo di sela-sela seminar ”Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya” di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Rabu (25/8).

Menurut Purnomo, keberhasilan membangun kapal perang modern membuat pemerintah cukup percaya diri memperkuat industri pertahanan untuk Angkatan Laut. ”Saya katakan bisa enggak dalam waktu dekat ini kita membangun kapal selam. Kita, kan, punya dok yang cukup untuk membangunnya di Surabaya,” ujarnya.

Industri pertahanan dalam negeri, lanjut Purnomo, sudah cukup membanggakan, terutama untuk matra darat. Keberhasilan PT Pindad membuat panser dan senapan serbu SS1 dan SS2 merupakan salah satu contoh. Panser buatan Pindad kini sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.

Pengamat militer Salim Said mengungkapkan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri Angkatan Laut sendiri. Menurut dia, sebenarnya sudah sejak dulu Indonesia dapat membuat kapal perang, termasuk kapal selam, sendiri.

Salim mengatakan, pembangunan industri pertahanan TNI Angkatan Laut sudah sangat mendesak. Beberapa insiden di perbatasan laut Indonesia-Malaysia harus menjadi pelajaran, betapa mendesaknya Indonesia memperkuat industri pertahanan bagi matra laut

source :http://teknologitinggi.wordpress.com/2010/08/26/indonesia-melalui-pt-pal-mulai-membuat-sendiri-kapal-selam-tempur/

Tuesday, October 12, 2010

Batas Baru Tata SuryaTemuan NASA



WASHINGTON - NASA akan mengumpulkan para ilmuwan untuk mengumumkan penemuan baru mengenai batas dari tata surya, yang dilakukan melalui pengamatan pesawat luar angkasa di orbit sekitar bumi.

Badan antariksa Amerika Serikat tersebut akan mengadakan teleconference untuk mendiskusikan penemuan teranyar dari pesawat angkasa Boundary Explorer, yang mempelajari batas tata-surya dari orbit yang berjarak 322.000 km dari atas Bumi. Demikian seperti yang dikutip dari Space.com, Senin (4/10/2010).

Pihak NASA mengatakan bahwa teleconference tersebut akan disiarkan secara live di audiochannel NASA dan empat ilmuwan akan berpartisipasi. Keempat ilmuwan tersebut adalah, Arik Posner, Nathan Schwadron, David McComas dan Merav Opher.

Sebelumnya NASA telah meluncurkan pesawat tanpa awak IBEX (Interstellar Boundary Explorer) di tahun 2008 untuk memetakan batas antara tata surya dengan bagian luar tata surya. Pesawat IBEX yang bernilai USD169 juta dibangun untuk misi selama dua tahun. Sejauh ini, IBEX telah mengabarkan banyak penemuan yang mengejutkan. Tahun lalu, contohnya, IBEX mendeteksi sebuah lapisan tipis berwarna merah di ujung tata surya, yang kemudian kini diklaim oleh ilmuwan sebagai solar wind (angin matahari).

Dan pada awal tahun ini, para ilmuwan mengumumkan bahwa IBEX telah melihat untuk pertama kalinya solar wind (angin matahari), arus partikel yang berkecepatan jutaan mil per jam.
(srn)

source :http://techno.okezone.com/read/2010/10/04/56/378919/nasa-ungkap-data-tentang-batas-tata-surya

Thursday, October 7, 2010

Pesawat Baru TNI AU Sukhoi SU-27 SKM

Beberapa waktu lalu, pertahanan angkatan udara indonesia kembali diperkuat dengan datangnya pesawat tempur baru yang di beli dari rusia yaitu Sukhoi su-27 skm. berikut spesifikasi lengkap pesawat tersebut.

Sukhoi su-27 SKM


Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) adalah pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Disain Sukhoi. Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet). Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 berbentuk mirip. Ini adalah keliru, karena Su-27 dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat tempur pendukung jarak dekat.



Pada tahun 1969, Uni Soviet mendapatkan informasi bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih McDonnell Douglas untuk memproduksi rancangan pesawat tempur eksperimental (yang akan berevolusi menjadi F-15). Untuk menghadapi ancaman masa depan ini, Uni Soviet memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir") yang direncanakan menghasilkan pesawat yang bisa menyaingi hasil rancangan Amerika Serikat.

Namun, spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini pada satu pesawat saja ternyata terlalu rumit dan mahal. Maka program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholyi Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir berat") and the LPFI (Legkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir ringan"). Langkah ini juga mirip apa yang dilakukan Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat memulai program "Lightweight Fighter" yang nantinya akan menghasilkan F-16. Sukhoi OKB diberikan program TPFI.

Rancangan Sukhoi pertama kali muncul sebagai pesawat sayap delta T-10, yang pertama terbang pada tanggal 20 Mei 1977. T-10 terlihat oleh pengamat Barat, dan diberikan kode NATO Flanker-A. Perkembangan T-10 menemui banyak masalah, yang berakibat pada kehancuran ketika salah satu pesawat ini jatuh pada tanggal 7 Mei 1978. Kejadian ini kemudian ditindaklanjuti dengan banyak modifikasi perancangan, yang menghasilkan T-10S, yang terbang pertama kali pada 20 April 1981. Pesawat ini juga menemui kesulitan, dan jatuh pada tanggal 23 Desember 1981.

Versi produksi pesawat ini (Su-27 atau Su-27S, dengan kode NATO Flanker-B) mulai dipakai Angkatan Udara Soviet pada tahun 1984, tetapi baru dipakai menyeluruh tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi. Pesawat ini dipakai oleh Pertahanan Anti Udara Soviet (Voyska PVO) dan Angkatan Udara Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 and Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat bahan bakar dan AWACS, yang dianggap sebagai aset penting angkatan udara NATO.

source: id.wikipedia.org